Cari Jawaban | Beri Jawaban | Untuk Segala Pertanyaan

Kesalahan PR Dalam Membuat Press Release

Posted on: April 23, 2011

Praktisi Public relations, Daniel Janal mengatakan bahwa “press-release is a tool to convince reporters to tell their readers about you” (alat untuk meyakinkan reporter agar menceritakan kepada pembacanya tentang perusahaan anda).

Dalam praktik, ada dua faktor yang menentukan dimuat tidaknya press-release yang dikirim Public relations. Pertama adalah faktor penulisan (kaidah jurnalistik) dan kedua adalah kualitas hubungan media (press relations). Berkaitan dengan faktor penulisan, sering ditemui hal-hal yang membuat press-release tidak dimuat media. Ini disebut sebagai kesalahan Public relations dalam menulis press-release, antara lain :

a. Release tidak mengandung news value

News-values adalah syarat pertama segala informasi yang dikirim ke media, termasuk press-release. Tema yang disampaikan harus menarik dan mempunyai nilai jual bila dimuat di media. Media juga selektif dan tidak ingin beritanya tidak menarik. Biasanya press-release ini terlihat pada judul dan lead release.

b. Teknik penulisan release yang jelek

Sering dijumpai, release  tidak ditulis dengan baik. Misalnya, tata bahasanya yang kurang baik, susunan kalimat yang membingungkan, berbelit-belit, sulit dipahami, penulisan judul dan lead  yang kurang baik, susunan penulisannya tidak terstruktur, sulit dinilai akurat atau tidak, dan kaidah penulisan lainnya.

c. Release salah media dan salah sasaran

Release harus fokus pada sasaran yang jelas. Contoh, jika Public relations akan me-launching sebuah produk rokok merek cerutu. Target market merek tersebut adalah remaja, maka public relations harus memilih media yang mempunyai segmen pembaca remaja.

d. Terlalu sering mengirim release

Jangan menjejali medai dengan release Anda. Public relations harus mengatur kapan waktu terbaik mengirim release. Kirimkan release yang benar-benar mengandung berita, bukan asal-asalan mengirim release. Jika terlalu sering mengirim release, khalayak akan jenuh. Apalagi bila berulang kali release yang dikirim Public relations tidak bernilai berita, akan merusak kredibilitas Public relations di mata media.

e. PR gagal dalam membuat “beda” dengan kompetitor

Dalam sehari, redaksi bisa menerima ratusan release. Untuk bisa menarik perhatian editor, salah satunya usahakan release Anda “berbeda” dengan yang lain. Public relations bisa mengemas release secara fisik lebih menarik. Ingat, editor media mempunyai keterbatasan waktu dalam memilih release yang masuk. Usahakan agar sekali melihat, pandangan editor langsung tertuju pada release Anda.

f. Release terkesan sebagai alat promosi langsung

Sering terjadi Public relations terjebak berpromosi secara langsung saat menulis release. Ini harus dihindari. Berita bukan ajang menjual produk. Bagi media, jika perusahaan ingin promosi menjual produk, maka sudah disediakan rubrik niaga (iklan). Karena itu, Public relations mesti memosisikan sebagai “wartawan” saat menulis release.

Sumber : Kriyantono, Rachmat. 2007. Public Relations Writing. Jakarta : Kencana.

3 Responses to "Kesalahan PR Dalam Membuat Press Release"

[…] Perbedaan Press-Release Dan Berita 2. Kesalahan PR Dalam Membuat Press-Release 3. Jenis-Jenis Press-Release 4. Teknis Praktis Menulis Press-Release On the PopPressed Radar […]

[…] Perbedaan Press-Release Dan Berita 2. Kesalahan PR Dalam Membuat Press-Release 3. Jenis-Jenis Press-Release 4. Teknis Praktis Menulis […]

[…] Perbedaan Press-Release Dan Berita 2. Kesalahan PR Dalam Membuat Press-Release 3. Jenis-Jenis Press-Release 4. Teknis Praktis Menulis […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: