Cari Jawaban | Beri Jawaban | Untuk Segala Pertanyaan

Wanita-Wanita Yang Haram Dinikahi

Posted on: April 23, 2011

Perkawinan adalah untuk membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Ada wanita-wanita yang haram dinikahi. Larangan tersebut tentu akan membawa akibat menyengsarakan hidup rumah tangga.

1) Dilarang kawin dengan wanita musyrik

Allah berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin jauh lebih baik dari wanita musyrik, walaupun mereka menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin jauh lebih baik dari orang musyrik walau mereka menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.“ (QS. Al-Baqarah: 221)”

2) Dilarang kawin dengan wanita dalam masa iddah

Firman Allah:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah:235)

3) Dilarang kawin dengan wanita yang telah dikawin ayahnya

Allah berfirman :
“ Dan janganlah kamu kawini wanit-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, kecali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesunggahnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).” (QS. An-Nisaa: 22)

4) Dilarang kawin dengan sebab tertentu

Firman Allah :
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu sendiri; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istri (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri (disetubuhi); tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu cerai), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa 23)

5) . Dilarang kawin dengan wanita yang telah ditalaq tiga

Firman Allah:
Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya pada kaum yang
(mau) mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:230)

6) Dilarang mengawini wanita lebih dari empat
Rasulullah bersabda:” cukuplah bagimu empat orang istri dan lainya diceraikan saja “(HR. Abu Daud dan Thirmidzi)”

7) Mengawini wanita yang berstatus istri orang lain
Mengawini wanita yang masih berstatus istri orang lain adalah haram, sebelum ada kejelasan bahwa wanita itu adalah janda yang benar-benar telah diceraikan suaminya. Hal ini adalah untuk mrenjaga perasaan dan harga diri seseorang yang telah menjadi suaminya.

Firman Allah:
“dan diharamkan bagi kamu mengawininya wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki. Allah telah menetapkan hukum itu sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tidaklah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa: 24)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: